Kerja adalah amanah. Jabatan adalah amanah. Inilah yang dulu sering dikatakan Baharuddin Lopa, Menteri Hukum dan HAM yang kemudian menjadi jaksa agung RI di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Bagi Lopa, jabatannya adalah amanah untuk menegakkan hukum, kebenaran, dan keadilan. Kata Lopa, "Biarpun langit runtuh, hukum harus ditegakkan."
Secara umum, amanah kita terima melalui pekerjaan. Pemilik modal memercayakan kelancaran usahanya pada karyawan. Sebagian orang lagi menerima amanah langsung dari negara, seperti misalnya para pegawai negeri. Sebagian lagi mengemban amanah rakyat, seperti para anggota DPR dan DPD, presiden, gubernur, walikota, dan bupati. Guru pun mengemban amanah dari orang tua siswa, dari siswa itu sendiri, dan dari masyarakat luas.
Sebagai pemegang amanah, kita dipercaya dan diharapkan mampu melaksanakan amanah tersebut. Dalam hal ini, kepercayaan tersebut terkait dua dimensi. Pertama, memercayai kompetensi yang dimiliki si pemegang amanah. Orang yang kompeten akan mampu melaksanakan tugasnya sesuai standar teknis profesional. Kedua, memercayai integritas yang dimiliki si pemegang amanah. Seseorang yang berintegritas akan mampu melaksanakan tugasnya sesuai standar moral, dan dapat menghindar untuk tidak berkubang dalam KKN.
Untuk membangun kompetensi, diperlukan pendidikan dan pelatihan yang serius. Sedangkan untuk membangun integritas diperlukan pengetahuan dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai etika. Keduanya tidak terpisahkan sebagai prasyarat utama yang perlu dimiliki seseorang agar mampu mengemban amanah dengan baik. Jika kita mampu menghayati pekerjaan sebagai pengemban amanah, otot integritas kita akan berkembang secara terus-menerus dan secara internal kita akan tumbuh menjadi pribadi yang terpercaya. Dalam hal ini, terpercaya berarti andal (reliable) secara profesional dan memiliki kredibilitas tinggi (trust) secara personal.
Guru pun demikian. Selain memiliki kompetensi profesional, yang meliputi keahlian menerapkan prinsip-prinsip didaktik secara efektif, guru juga harus mempunyai kompetensi personal, yang berupa kemampuan menerapkan prinsip-prinsip moral dengan penuh integritas.
Karakter terpercaya merupakan jaminan sukses dalam pelaksanaan amanah. Seperti yang kita ketahui, orang yang sukses mengemban amanah kecil biasanya akan mendapat amanah lebih besar. Karakter terpercaya akan menjadi modal penting untuk kesuksesan yang berkesinambungan. Di atas karakter terpercaya inilah kita membangun kinerja unggul, sehingga nantinya kita dihargai dan dipercayai. Hal ini tentu dapat memupuk motivasi dan harga diri kita. Dengan demikian, harga diri, kebanggaan, dan kebahagiaan, dan kebahagiaan sejati seorang guru berdiri tegak di atas fondasi yang kokoh.

Komentar
Posting Komentar