Langsung ke konten utama

Guru: "Kerja Adalah Amanah", sebuah kutipan dari buku berjudul 8 Etos Keguruan Karya Jansen Sinamo

    Kerja adalah amanah. Jabatan adalah amanah. Inilah yang dulu sering dikatakan Baharuddin Lopa, Menteri Hukum dan HAM yang kemudian menjadi jaksa agung RI di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Bagi Lopa, jabatannya adalah amanah untuk menegakkan hukum, kebenaran, dan keadilan. Kata Lopa, "Biarpun langit runtuh, hukum harus ditegakkan."

    Secara umum, amanah kita terima melalui pekerjaan. Pemilik modal memercayakan kelancaran usahanya pada karyawan. Sebagian orang lagi menerima amanah langsung dari negara, seperti misalnya para pegawai negeri. Sebagian lagi mengemban amanah rakyat, seperti para anggota DPR dan DPD, presiden, gubernur, walikota, dan bupati. Guru pun mengemban amanah dari orang tua siswa, dari siswa itu sendiri, dan dari masyarakat luas.





    Sebagai pemegang amanah, kita dipercaya dan diharapkan mampu melaksanakan amanah tersebut. Dalam hal ini, kepercayaan tersebut terkait dua dimensi. Pertama, memercayai kompetensi yang dimiliki si pemegang amanah. Orang yang kompeten akan mampu melaksanakan tugasnya sesuai standar teknis profesional. Kedua, memercayai integritas yang dimiliki si pemegang amanah. Seseorang yang berintegritas akan mampu melaksanakan tugasnya sesuai standar moral, dan dapat menghindar untuk tidak berkubang dalam KKN.

    Untuk membangun kompetensi, diperlukan pendidikan dan pelatihan yang serius. Sedangkan untuk membangun integritas diperlukan pengetahuan dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai etika. Keduanya tidak terpisahkan sebagai prasyarat utama yang perlu dimiliki seseorang agar mampu mengemban amanah dengan baik. Jika kita mampu menghayati pekerjaan sebagai pengemban amanah, otot integritas kita akan berkembang secara terus-menerus dan secara internal kita akan tumbuh menjadi pribadi yang terpercaya. Dalam hal ini, terpercaya berarti andal (reliable) secara profesional dan memiliki kredibilitas tinggi (trust) secara personal.

    Guru pun demikian. Selain memiliki kompetensi profesional, yang meliputi keahlian menerapkan prinsip-prinsip didaktik secara efektif, guru juga harus mempunyai kompetensi personal, yang berupa kemampuan menerapkan prinsip-prinsip moral dengan penuh integritas.

    Karakter terpercaya merupakan jaminan sukses dalam pelaksanaan amanah. Seperti yang kita ketahui, orang yang sukses mengemban amanah kecil biasanya akan mendapat amanah lebih besar. Karakter terpercaya akan menjadi modal penting untuk kesuksesan yang berkesinambungan. Di atas karakter terpercaya inilah kita membangun kinerja unggul, sehingga nantinya kita dihargai dan dipercayai. Hal ini tentu dapat memupuk motivasi dan harga diri kita. Dengan demikian, harga diri, kebanggaan, dan kebahagiaan, dan kebahagiaan sejati seorang guru berdiri tegak di atas fondasi yang kokoh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Tentang Kelas Middleweight UFC

Alex Pereira Pemegang Sabuk Juara kelas Middleweight UFC Saat Ini Kelas Middleweight di UFC adalah kelas pertarungan dengan batas berat badan maksimum 83,9 kg. Kelas ini termasuk salah satu kelas yang paling kompetitif di UFC, dan telah melahirkan beberapa petarung legendaris seperti Anderson Silva, Chris Weidman, dan Georges St-Pierre. Berikut adalah beberapa petarung yang saat ini menempati peringkat teratas di kelas Middleweight UFC: Israel Adesanya - Pemegang sabuk juara saat ini. Petarung asal Nigeria ini dikenal karena gaya bertarungnya yang sangat teknis dan akurat, dan telah memenangkan 21 pertandingan dalam karirnya. Robert Whittaker - Petarung asal Australia yang menempati posisi kedua di peringkat Middleweight UFC. Whittaker pernah menjadi pemegang sabuk juara sebelum kalah dari Adesanya pada tahun 2019. Paulo Costa - Petarung asal Brasil yang memiliki pukulan yang sangat keras dan seringkali menunjukkan kekuatan fisiknya dalam pertandingan. Jared Cannonier - Petarung asal A...

Pembelajaran Inkuiri: Hubungannya Kepada Motivasi, Minat dan Hasil Belajar Siswa serta Pembelajaran Paradigma Baru Kurikulum Merdeka

Pembelajaran inkuiri adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai aktor utama dalam membangun pemahaman mereka sendiri tentang konsep dan fenomena di dunia nyata. Dalam pembelajaran inkuiri, siswa diajak untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar, dengan cara mengajukan pertanyaan, mengumpulkan data, menafsirkan informasi, dan membuat kesimpulan. Terdapat beberapa tahap dalam pembelajaran inkuiri, yaitu: Merumuskan pertanyaan: Siswa diajak untuk merumuskan pertanyaan yang relevan dan menarik tentang suatu topik atau fenomena. Pertanyaan ini harus dirancang untuk mempromosikan pemahaman yang lebih dalam dan mendorong siswa untuk berpikir secara kritis. Merancang eksperimen atau observasi: Setelah merumuskan pertanyaan, siswa kemudian merancang eksperimen atau observasi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Siswa harus memikirkan bagaimana cara mengumpulkan data yang relevan dan bagaimana cara menganalisis data tersebut. Mengumpulkan data: Setelah merancang eksperimen...