Hai Sobat Learner, pada kesempatan kali ini ada hal yang menarik nih yang perlu kita pelajari bersama, belajar tentang filosofi anti kecemasan dari Stoikisme, menuju hidup lebih tenang dan damai. lantas apa itu stoikisme? menurut wikipedia, "Stoikisme, juga disebut Stoa (bahasa Yunani: Στοά) adalah nama sebuah aliran atau mazhab Filsafat Yunani Kuno yang didirikan di kota Athena, Yunani, oleh Zeno dari Citium pada awal abad ke-3 SM Ada pula yang mencatat Stoikisme baru resmi pada tahun 108 SM. Setelah Zeno, orang yang paling berjasa mempertahankan sekolah Stoa adalah Cleanthes dari Assos dan Chrysippus dari Soli. Cleanthes menyumbangkan gagasan tentang hubungan etika dengan iman atau teologi. Sedangkan Chrysippus menuliskan 705 buku (90% ) literatur sebagai doktrin Stoikisme, yaitu telaah tentang perbintangan astronomi". Stoikisme muncul pada jaman yunani dan romawi kuno, ditemukan oleh filsuf yunani zeno dan dikembangkan sederet filsuf romawi Seneca, Epictetus dan Marcus Aurelius. Selama bertahun-tahun, pola pikir ini populer baik di kalangan budak, maupun aristokrat, proletar maupun borjuis. Mereka menganggap filosofi ini sangat berguna dalam keseharian karena mengajarkan mereka cara untuk tetap tenang alias anti cemas dalam menghadapi situalis sulit tak terduga.
"Berikan Saya Ketenangan, untuk menerima apa yang tidak bisa saya ubah, keberanian untuk mengubah apa yang bisa saya ubah, dan kebijaksanaan untuk tahu perbedaan antara keduanya" - Reinhold Niebur
Filosofi Stoikisme adalah suatu aliran filosofis yang berasal dari Yunani Kuno pada abad ke-3 SM. Aliran ini menekankan pada kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan yang penuh tantangan.
Filosofi Stoikisme menekankan pada konsep Logos, yakni kekuatan alam semesta yang mengatur segala sesuatu dengan sempurna. Manusia sebaiknya mengikuti alur kehidupan yang telah ditetapkan Logos.
Selain itu, Stoikisme juga mengajarkan tentang konsep otonomi, yakni kemampuan manusia untuk mengendalikan dirinya sendiri dan tidak tergantung pada faktor eksternal.
Stoikisme juga menekankan pada konsep kesabaran, yakni menerima segala sesuatu apa adanya tanpa kekecewaan atau perasaan terlalu senang. Hal ini dapat membantu manusia mengatasi berbagai masalah dan kesulitan
Filosofi Stoikisme juga menekankan pada pentingnya hidup sederhana dan rendah hati. Hal ini akan membantu manusia untuk meraih kebahagiaan yang lebih tahan lama.
Stoikisme mengajarkan bahwa kematian adalah bagian dari kehidupan yang harus diterima dengan lapang dada. Oleh karena itu, manusia sebaiknya hidup dengan cara yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.
Filosofi Stoikisme juga menekankan pada pentingnya menjaga keseimbangan dalam hidup. Manusia sebaiknya tidak terlalu ekstrem dalam segala hal, tetapi mencari keseimbangan yang seimbang dan harmonis.
Stoikisme juga mengajarkan tentang pentingnya bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral yang benar, meskipun hal itu mungkin sulit atau tidak populer.
Stoikisme juga menekankan pada konsep bahwa manusia sebaiknya tidak terlalu bergantung pada kekayaan, kekuasaan, atau prestise, karena hal-hal tersebut tidak memberikan kebahagiaan yang sejati.
Kesimpulannya, Filosofi Stoikisme adalah aliran filosofis yang menekankan pada kebijaksanaan, kesabaran, keseimbangan, dan hidup sederhana. Dengan mengikuti ajaran Stoikisme, manusia dapat mencapai kebahagiaan yang lebih tahan lama dan menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.

Komentar
Posting Komentar